Home

Mengapa pijat itu sangat bermanfaat dan penting?

Mengapa pijat tidak berkembang menjadi pilihan yang layak diambil dalam upaya menjaga kesehatan dan menyembuhkan penyakit?

Beberapa pengalaman berharga yang tidak terlupakan

Manfaat pijat bagi dunia olahraga

Foto Terapi

 


Bekasi, 29 Desember 2011   

Bapak di atas (58 tahun) sesuai diagnosa dokter menderita penyakit jantung (gangguan otot jantung katanya), sudah lama mengidap diabetes, perokok berat sejak lama, dan masih tetap merokok sampai sekarang walaupun sudah berkurang banyak. Tidak bisa tidur dengan posisi berbaring karena tidak bisa bernafas apabila berbaring. Sering jatuh karena tenaganya serasa hilang. 

Sebelum mendapat obat secara teratur sejak divonis menderita penyakit jantung kondisinya sesuai perkataannya sendiri jauh lebih baik, masih bisa turun naik bis kota sendiri. Penurunan kondisi justru terjadi sejak mulai teratur berobat jalan.

Saya pernah memberikan terapi kepadanya (dengan tatapan sinis dan tidak bersahabat dari paramedis) setiap hari selama 2 minggu waktu dirawat di sebuah rumah sakit di Jakarta sekitar bulan Mei 2010. Waktu itu kondisinya sudah sangat parah dan mengalami pembengkakan di seluruh tubuh (termasuk kelaminnya yang membengkak sampai sebesar buah kelapa yang sudah dikupas sabutnya, kalau tidak percaya silahkan lihat sendiri pasien penyakit jantung yang mengalami pembengkakan di seluruh tubuh) padahal sebelumnya telah rajin berobat jalan. Untuk buang air besar saja tidak bisa. Terapi saya terbukti sangat efektif untuk membantunya segera pulih. 

Dan pada tanggal 29 Desember 2011 saya mulai memberi terapi lagi di rumahnya. Sangatlah sukar untuk meyakinkan pasien ini dan keluarganya untuk tidak perlu lagi minum berbagai jenis obat dari dokter (faktanya dia tidak merasa memperoleh manfaat apapun dari obat-obatan tersebut, dan menurut pengakuannya sendiri kondisinya makin memburuk setelah teratur minum obat-obatan), dan lebih baik secara teratur tetap dipijat untuk menjaga dan meningkatkan kesehatannya. Sejak keluar dari menjalani rawat inap tetap rajin kontrol dan mendapat obat dari dokter di rumah sakit yang sama. 

Bekasi,  29 Desember 2011

 

Bekasi,  29 Desember 2011  Bermunculan banyak benjolan

 

Bekasi,  29 Desember 2011

 

Bekasi,  31 Desember 2011

 

Bekasi,  31 Desember 2011 

Setiap saat mengeluh kesakitan bahkan sampai berteriak-teriak. Tak jarang mengumpat dokter yang menurutnya telah menyebabkan kondisi kesehatannya turun drastis, tapi  anehnya (mungkin lebih pas kata aneh diganti bodoh) tetap saja dengan setia minum obat dari dokter yang sering dimaki-makinya. 

Saya sendiri menilai kondisinya lebih buruk dibandingkan dengan saat saya memberi terapi di rumah sakit Mei 2010 yang lalu. Pada waktu itu dia masih bisa  berbaring walau dengan sandaran agak tinggi dan bisa membalikkan badan ketika daerah belakang tubuhnya dipijat. Dahulu ketika memijat perutnya saya masih bisa leluasa "menyentuh" organ dalamnya seperti usus, lambung, pankreas, liver, kandung kemih, dan termasuk ginjalnya. Sekarang hal ini tidak bisa saya lakukan karena sakitnya luar biasa dan langsung sesak nafas bila diberi pijatan agak keras untuk menyentuh organ dalamnya (saya menduga terjadi penumpukan cairan di paru-paru akibat kondisi ginjalnya sudah mengalami penurunan fungsi secara drastis). Tapi setidaknya pijatan saya bisa membantu dia buang air besar dengan mudah tanpa harus mengeluarkan banyak tenaga untuk mengeden. 

 

Bekasi,  2 Januari 2012

Upload foto pertama kali dilakukan pada tanggal 3 Januari 2012. Foto-foto akan terus saya upload sesuai urutan waktu apapun hasilnya. Saya tidak terlalu optimis karena efektivitas terapi pijat ini akan terus diiringi efek merusak dari obat yang tetap digunakannya yang tidak bisa saya prediksi seberapa cepat efeknya (sungguh bodoh memang makhluk yang bernama manusia itu) dan kondisinya sebenarnya (menurut dugaan saya) lebih buruk dari sebelumnya, dan saya tidak bisa leluasa "menyentuh" organ penting bagian dalamnya. Dan kekhawatiran saya yang paling besar adalah karena dia sering jatuh.

Saya hanya ingin menunjukkan bahwa pijat itu terapi yang sangat efektif dan sangat aman, jadi mustahil ada insiden tragis yang diakibatkan oleh terapi pijat. Orang mungkin menilai saya narsis, silahkan saja, tapi saya hanya ingin mencoba mengungkap kebenaran yang selama ini ditutup-tutupi yang mengakibatkan ada begitu banyak orang menjadi korban.  Bukan karena saya orang hebat dan sakti karena sedikitpun saya tidak pernah berpikir dan merasa memiliki kesaktian,  tapi semata-mata karena tubuh manusia itu pada dasarnya memang sangat responsif terhadap terapi pijat, dan peran saya hanyalah melakukan pijat yang benar dan efektif, dan selanjutnya tubuh pasien sendiri yang melakukan proses penyembuhan. Keahlian ini didapat karena proses belajar sekian lama, dan keahlian ini bisa dimiliki oleh setiap orang yang mau belajar secara serius dan mau menggunakan akal sehatnya.